5 Tanda Cinta Terhadap Sahabat Sendiri

Diam-diam, kita jatuh cinta pada sahabat. Karena sudah bersahabat, jika langsung mengungkapkan perasaan, bisa-bisa hubungan jadi canggung. Itulah salah satu alasan kita menyukai sahabat secara diam-diam.

Jika tanda-tanda di bawah ini memang seperti yang kita alami, maka dijamin memang kita sedang suka dengan sahabat. Jadi, kita bisa mulai berpikir apakah akan terus memendam rasa dan suka diam-diam atau mau secara langsung mengungkapkannya.

Selalu ada buat dia

Saat dia ada masalah dan butuh teman curhat, kita akan selalu menjadi tempat curhatnya. Bahkan, saat kita sangat sibuk dan lelah, pasti kita akan tetap membantu dan menghiburnya. Tanda ini perlu kita perhatikan. Kita juga akan selalu kelihatan ingin dekat dengannya hingga menolak ajakan teman untuk bertemu demi si dia.

Tatapan dan bahasa tubuh berbeda

Saat mengobrol bareng teman dan mengobrol bareng si dia, pasti tatapan mata kita kelihatan berbeda. Saat bersama orang yang kita sukai, tentunya kita akan malu-malu saat menatap matanya. Bahasa tubuh juga akan otomatis menjadi tak biasa dan akan sangat berbeda jika bertemu si dia dengan orang lain.

Memantau semua media sosialnya

Namanya juga suka diam-diam, kita tak mungkin bertanya langsung tentang aktivitas yang dilakukan olehnya. Akhirnya kita mencari tahu lewat media sosial hingga akhirnya bisa mengatasi rasa ingin tahu. Bahkan, sebelum si dia cerita tentang semua kegiatannya, kita bakal tahu terlebih dulu.

Selalu merespon semua yang dikatakannya

Tanda lain yang bisa menentukan apakah kita sedang diam-diam menyukai sahabat ialah selalu meresponnya. Saat ia berbicara, kita akan selalu berfokus pada perkatannya dan memberikan respon berupa nasihat atau yang lain. Bahkan, saat ia sedang berusaha membuat lelucon yang menurut orang lain garing, kita tetap tertawa demi dia.

Cemburu

Saat sahabat membicarakan perempuan lain, apalagi yang membuatnya sedikit tertarik, maka kita akan merasa jengkel seketika. Kita akan berusaha keras mengalihkan topik pembicaraan agar tak merasa jengkel lagi. Jika ia tidak segera mengganti topik pembicaraannya, kita akan risih dan ingin meninggalkannya begitu saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *