Mitos tentang Masturbasi

Mitos tentang masturbasi memang masih banyak beredar luas di masyarakat, sama seperti mitos tentang seks yang lainnya. Beberapa mitos dapat menimbulkan akibat buruk bagi sebagian orang karena memengaruhi perilakunya. Tidak sedikit korban yang mengalami akibat serius hanya karena informasi yang salah berdasarkan mitos tentang seks.

Mitos terkait dengan seks dan masturbasi banyak bermunculan di luar sana. Kalau kita tidak jeli dalam memilah mana yang benar dan mana yang salah, bisa saja kita langsung percaya.

Tidak ada akibat buruk apa pun karena melakukan masturbasi, termasuk informasi yang Anda dengar dari teman itu. Pada abad ke-18 memang pernah beredar buku yang menyatakan bahwa masturbasi dapat menimbulkan berbagai akibat buruk secara fisik, tetapi kemudian terbukti anggapan itu tidak benar karena hanya berdasarkan mitos belaka.

Gangguan Penglihatan

Saat mengalami ejakulasi, pandangan pria akan mengalami gangguan beberapa saat. Kondisi ini akan normal lagi setelah beberapa menit. Meski rutin melakukan masturbasi, pria tidak akan mengalami buta.

Hal yang berbahaya dari masturbasi adalah kecanduan. Kalau pria sudah kecanduan masturbasi, mereka bisa mengalami stres, cemas, dan penurunan produktivitas kerja.

Bikin botak

Mungkin yang menyebabkan adanya mitos ini adalah karena masturbasi menyebabkan testosteron pria meningkat. Hal ini juga membuat hormon dihidrotestosteron (DHT) meningkat yang menyebabkan rambut rontok. Namun, hal ini telah disanggah.

Sebuah studi di tahun 1979 membandingkan dua kelompok pria dengan aktivitas seksual normal dan mereka yang menghindari seks. Dalam tes darah, tidak ada perbedaan dalam kadar testosteron dan DHT mereka.

Bahkan studi di tahun 2001 menemukan, pria yang tidak melakukan masturbasi selama tiga minggu memiliki kadar testosteron yang lebih tinggi.

Teori lain menyatakan, air mani mengandung protein. Ketika kita melepaskan cairan ini, tubuh kehilangan nutrisi tersebut dan menyebabkan kebotakan.

Walaupun memang air mani mengandung protein, namun itu tidak cukup untuk merusak tubuh setelah seorang pria mengalami ejakulasi.

Membuat pria jadi impotensi

Ada banyak faktor yang menyebabkan pria mengalami impotensi. Salah satu faktornya adalah kegemukan, sehingga testosteron dalam tubuh pun turun.

Melakukan masturbasi sesekali tidak akan menyebabkan impotensi. Gangguan ereksi ini bisa saja terjadi kalau pria kecanduan video pornografi dan selalu masturbasi berlebihan setiap hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *