Nyaman menggunakan kondom

Nyaman menggunakan kondom

Nyaman menggunakan kondom

Kondom merupakan salah satu alat kontrasepsi atau alat untuk mencegah kehamilan dan penularan penyakit kelamin pada saat melakukan hubungan badan.

Kondom tidak hanya digunakan oleh pria, namun terdapat pula kondom yang dirancang khusus untuk wanita. Kondom berbentuk silinder yang digunakan untuk menutupi membatasi kelamin pria atau dimasukkan kedalam kemaluan wanita.

Tingkat keberhasilan dalam mencegah kehamilan dan penularan penyakit ketika bercinta dengan menggunakan kondom sangat tinggi selain mencegah sperma masuk kedalam alat repruduksi wanita, di dalam kondom juga terdapat senyawa yang dapat membunuh sperma namun tidak berbahaya bagi kesehatan.

Tidak sedikit pria yang lebih nyaman menggunakan kondom karena tidak bersentuhan sehingga lebih tidak sensitif. Di pihak lain, banyak pria justru merasa terganggu karena kurang terasa. Di pihak perempuan, sebagian dari mereka terganggu bila pasangan menggunakan kondom. Mereka merasa tidak nyaman karena tak langsung bersentuhan, bahkan ada yang sakit. Ada juga yang lebih nyaman karena tidak dibasahi sperma ketika pasangan ejakulasi.

Menurut dr. Boyke, masalah ereksi ini bisa diatasi pasangan dengan tetap saling memberikan stimulus saat kondom dipakai. Selain itu, banyak pula yang mengaku kondom membuat hubungan seksual menjadi kurang memuaskan dan tidak nyaman. Apalagi beberapa wanita mengeluh merasa perih saat pasangannya memakai kondom. Boyke berkata, rasa perih itu muncul karena dipicu oleh pelumas yang terdapat pada kondom.

Keluhan kedua pihak, baik suami maupun istri, bersifat subyektif. Wajar kalau suami pakai kondom dengan alasan “lebih enak”. Soal apakah ada alasan lain, hanya dia yang tahu.

Kondom kini bahkan dijadikan komoditas berkaitan dengan variasi seksual. Karena itu, ada berbagai jenis bentuk, warna, dan rasa kondom. Sepanjang diproduksi memenuhi syarat kesehatan, berbagai jenis tentu bukan masalah. Mengatasi masalah sebenarnya sederhana saja walau tidak selalu mudah. Pertama, harus jelas mengapa senang pakai kondom. Kedua, kalau penggunaan kondom tak ada hubungan dengan perilaku seksual berisiko tinggi, tak perlu menggunakannya. Artinya, suami harus “mengalah” walaupun tidak merasakan “lebih enak” agar istri tidak terganggu sehingga hubungan seksual harmonis kembali.

Hubungan seksual seharusnya dilakukan untuk kepentingan kedua pihak, bukan untuk kepentingan salah satu pihak saja. Inilah sesungguhnya hakikat kehidupan seksual yang harmonis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *