Mengenalkan anak kepada calon suami

Mengenalkan anak kepada calon suami

Mengenalkan anak kepada calon suami

Menikah berharap sampai maut memisahkan, namun apalah daya bila sesuatu hal terjadi dalam perjalanan rumah tangga, baik itu maut atau perceraian.

Banyak dari orang tua tunggal yang memutuskan untuk terus membesarkan anaknya seorang diri tanpa pasangan, tapi tidak sedikit yang pada akhirnya memutuskan untuk memiliki pendamping baru.

Akan tetapi, terkadang mengenalkan bakal pasangan baru kepada anak menjadi problema tersendiri. Ada beberapa faktor yang bisa membuat proses pengenalan itu tidak mudah. Apalagi, jika anak yang bersangkutan mulai beranjak remaja.

Dalam banyak kasus, anak kerap menjadi tolok ukur sukses tidaknya sebuah hubungan baru dari orang tua tunggal. Banyak ortu tunggal yang lebih memilih untuk mengakhiri hubungan jika tidak disetujui oleh anaknya.

Bagaimana metode yang baik untuk mengenalkan dan menjembatani hubungan antara pasangan baru dan anak? Bagaimana pula memilih pasangan yang tepat untuk sebuah hubungan serius bagi seorang orang tua tunggal?

Biasanya hubungan yang masih terlalu prematur belum cukup stabil, sehingga memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk kandas di tengah jalan. Pastikan hubungan dengan pasangan baru benar-benar serius sebelum memutuskan untuk mengenalkan ke anak.

Dalam proses pengenalannya sendiri, orang tua harus memahami kondisi buah hatinya, apakah si anak masih berduka atas kehilangan orang tua kandungnya atau belum bisa menerima kehadiran orang baru dalam keluarganya.

Jadi proses pengenalan ini harus dilakukan secara perlahan. Orang tua tidak bisa begitu saja mengedepankan euforia kesenangan mereka terhadap pasangan baru, karena belum tentu selaras dengan keinginan anak.

Biarkan anak-anak untuk memiliki haknya, jika memang mereka belum bisa menerima pasangan baru tersebut. Tidak perlu memaksakan diri untuk membuat sebuah keluarga baru yang utuh kembali.

Komunikasi terlebih dahulu. Sebelum Anda memperkenalkan Si Kecil dengan pasangan baru, sebaiknya Anda menjelaskan terlebih dahulu pada anak-anak bahwa Anda memiliki seorang kekasih. Jelaskan pada mereka mengapa Anda menyukainya.

Di hari perkenalan cari spot yang santai agar perkenalan antara Si Kecil dan pasangan Anda terasa lebih akrab. Yakinkan anak bahwa pasangan baru Anda bukanlah pengganti ayahnya. Banyak anak-anak yang belum terlalu mengerti konsep relationship Anda dengan pria baru dan menyangka pasangan Anda tersebut adalah pengganti ayahnya.

Jika pasangan baru Anda juga memiliki anak, tak ada salahnya mereka juga dipertemukan. Namun pastikan setelah hubungan Anda dan pasangan memang sudah menuju ke arah yang serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *