Persiapkan diri berhubungan intim di Malam Pertama

Malam pertama pasca menikah bisa jadi salah satu momen seru yang banyak ditunggu para pengantin baru. Beragam ekspektasi berkecamuk, mulai dari rasa penasaran nikmatnya kebersamaan halal, serunya memulai hidup baru bersama pasangan sampai asyiknya ‘ngamar’ bersama pasangan sah yang kini sudah jadi partner hidup selamanya.

Sayangnya, ternyata nggak semua pasangan merasa bahwa pengalaman seks pertama di malam pengantin itu seru dan asyik. Banyak pasangan pengantin baru, terutama kaum perempuan yang mengaku kapok, bingung dan nggak menikmati sama sekali proses malam pertama karena ‘gagal’ saat penetrasi. Kebanyakan sih mengaku prosesnya berlangsung susah, sakit dan sama sekali nggak nyaman.

Apakah akan terasa sakit?
Wanita yang menjalani hubungan seksual pertama kalinya bisa merasakan nyeri pada vagina. Rasa sakit ini umumnya disebabkan robeknya selaput dara saat penetrasi. Selaput dara adalah lapisan yang meliputi sebagian atau seluruh jalan masuk ke vagina. Meski demikian, selaput ini bisa saja sudah robek tanpa disadari pada saat lain, seperti ketika mereka melakukan olahraga yang sedikit ekstrem.

Rasa sakit juga sering diakibatkan oleh rasa cemas dan khawatir akan munculnya rasa sakit itu sendiri. Rasa khawatir ini sebenarnya dapat dikurangi jika masing-masing merasa nyaman dengan satu sama lain.

Foreplay yang tepat dapat menjadi kunci keluarnya pelumas dari vagina. Foreplay adalah bentuk aktivitas sebelum penetrasi seksual, seperti mencium, memeluk, atau seks oral. Sedangkan pelumas bermanfaat memudahkan penetrasi. Tanpa pelumas, masuknya penis akan mendatangkan nyeri pada vagina.

Di sisi lain, pria juga sebaiknya melakukan penetrasi dengan perlahan-lahan. Selain karena faktor psikologis, emosional, serta robeknya selaput dara, rasa sakit juga dapat disebabkan kemungkinan adanya penyakit tertentu.

Menikmati foreplay
Nikmati saat saling mencium, menyentuh, membelai. Tidak perlu terburu-buru mencapai tahap penetrasi.

Tidak mengharapkan orgasme
Pada umumnya pasangan baru lebih banyak untuk saling mengenal saat berhubungan intim. Jadi, jangan terburu-buru mengharapkan orgasme, apalagi orgasme bersamaan. Jalinlah komunikasi dengan pasangan, untuk mendapatkan keintiman yang lebih. Perlu Anda ketahui, pasangan yang sudah lama menikah pun tidak selalu bisa mencapai orgasme secara bersamaan.

Membuat diri senyaman mungkin
Nyaman dan rileks adalah faktor terpenting dalam menjalankan hubungan seksual yang menyenangkan. Abaikan kekhawatiran tentang bentuk tubuh yang tidak seindah model. Daripada mencemaskan bentuk tubuh, cobalah untuk fokus kepada kebahagiaan diri bersama pasangan. Menarik napas dalam-dalam, memutar musik favorit yang menenangkan, dan berbincang dapat menjadi cara untuk santai.

Hindari minuman beralkohol
Sebaiknya hindari melibatkan minuman beralkohol sebelum atau selama berhubungan seksual untuk menghilangkan kecemasan. Minuman keras dapat membuat Anda kurang sadar saat aktivitas seksual.

Apakah tidak keluar darah berarti tidak perawan?
Sebagian wanita mengalami pendarahan yang keluar dari vagina saat senggama, sementara sebagian lain tidak. Namun hal tersebut tidak berhubungan dengan keperawanan seseorang. Darah memang pertanda robeknya selaput dara. Namun seperti disebutkan di atas, selaput dara juga dapat robek walaupun belum pernah melakukan hubungan seksual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *